Aeromodelling Indonesia - PB FASI

Translation

English Filipino French German Korean Russian Spanish Thai Ukrainian Vietnamese

Clubs Activity

Visitors

Today8
Yesterday450
This week2247
This month8490
Since 200510101701

  • IP: 35.175.191.150
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

1
Online

Saturday, 21 September 2019 00:21

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Seperti kita ketahui bahwa bumi kita di selimuti oleh lapisan udara yang disebut atmosfir. Dan dapat dimengerti  setiap benda yang memiliki berat dapat jatuh ke bumi. Lalu bagaimana dengan pesawat udara yang beratnya berton-ton dapat terbang ?

Untuk memahami hal ini kita harus mengerti bahwa ada 4 gaya yang bekerja pada pesawat udara selama penerbangan yaitu Gaya angkat ( LIFT) atau gaya keatas, Gaya berat ( WEIGHT ) atau gaya kebawah, selanjutnya Gaya maju ( THRUST ) serta Gaya kebelakang ( DRAG ).

Dua gaya berikut dapat mudah dipahami. Gaya berat ( WEIGHT ) bekerja menarik benda kembali ke bumi, sebagai contoh apabila kita melemparkan batu ke atas maka akan jatuh. Selanjutnya apabila kita mengendarai sepeda, maka terasa hambatan dari depan.

Gaya yang bekerja 

Ada 2 gaya lain yang bekerja pada pesawat selama diudara yaitu LIFT dan THRUST yang keduanya merupakan kunci untuk penerbangan. Gaya-gaya tersebut oleh para perancang pesawat diperhitungkan untuk mengatasi DRAG dan WEIGHT. Gaya angkat ( LIFT ) dihasilkan oleh permukaan sayap yang dirancang agar   tekanan udara diatas permukaan lebih kecil dari bagiah bawah.

Gaya-gaya lain yang bekerja untuk menjaga agar pesawat tetap berada di udara yaitu THRUST. Gaya ini menarik pesawat kearah depan, biasanya gaya ini diperoleh dari putaran baling-baling ( PROPELLER ) mesin atau dorongan mesin jet.

Gaya maju ( THRUST ) dan gaya angkat ( LIFT ) akan bekerja bersamaan untuk menarik pesawat kearah depan dan meninggalkan darat.

{moscomment}

 

Aeromodelling Indonesia - PB FASI
Copyright © 2005-2017. All Rights Reserved
.