Aeromodelling Indonesia - PB FASI

Translation

English Filipino French German Korean Russian Spanish Thai Ukrainian Vietnamese

Clubs Activity

Visitors

Today8
Yesterday450
This week2247
This month8490
Since 200510101701

  • IP: 35.175.191.150
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

1
Online

Saturday, 21 September 2019 00:21

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Apa dethermaliser itu?

Perangkat yang dikenal dengan sebutan dethermaliser atau disingkat D/T, sebenarnya dirancang untuk menghentikan penerbangan pesawat layang model, khususnya yang termasuk ke dalam kelompok model terbang bebas, mengingat bahwa memang model jenis ini tidaklah akan dapat turun dengan sendirinya apabila sudah terbawa aliran udara naik (thermal).

Biasanya perangkat determaliser ini bekerja dengan bantuan pembatas waktu (timer) dan mengaktifkan sistim kendali sedemikian rupa sehingga pesawat yang terbang dalam kondisi superstall yakni suatu kondisi penerbangan yang sedemikian rupa, sehingga daya angkatnya sama besar dengan gaya tahannya. Keadaan yang demikian ini menyebabkan pesawat layang akan meluncur sekitar 45 derajat. Kondisi penerbangan superstall ini seringkali dengan mudah dapat dicapai dengan jalan memasang stabilo (horizontal stabilizer) pada sudut 45 derajat terhadap sumbu horizontal badan. Sebagai timer yang bertugas melepaskan ujung tali D/T pada waktunya, orang dapat menggunakan sumbu yang terbuat dari kertas singkong yang dicelup terlebih dahulu dalam larutan sendawa (NaNO3). Timer sebagai peralatan pembatas waktu yang lebih tepat, kini dapat dibeli di toko-toko penjualan sarana aeromodeling. Sayang, timer mekanik yang bentuknya menyerupai jam ini cukup mahal saat ini sulit diperoleh dan seandainya adapun harganya cukup mahal yakni sekitar Rp. 350.000,- sehingga mungkin kurang bijaksana apabila saya menganjurkan pemakaian timer ini secara meluas di kalangan penggemar pesawat layang model.

Seberapa perlu

Dengan semakin seringnya kita berlatih menerbangkan pesawat layang model terbang bebas, baik dari jenis Glider A1 maupun A2, kita akan menyadari bahwa prosentase keberhasilan memasukan model kita ke dalam thermal untuk mencapai waktu maksimum atau max adalah semakin besar. Beberapa atlit aeromodeling yang berpengalaman bahkan dapat menunjukan sedikitnya 7 dari 10 penerbangan modelnya mencapai waktu maksimum.

Dengan prestasi seperti itu, rasanya sudah dapat dipahami apabila perangkat yang namanya dethermaliser ini benar-benar merupakan peralatan penting dan sangat diandalkan untuk mencegah model kita hilang terbawa thermal. Bagi atlit-atlit aeromodeling terbang bebas sudah dapat dipastikan bahwa sedikitnya separuh dari jumlah penerbangan yang dilaksanakan akan berakhir dengan fungsinya dethermaliser.

 

D/T Elektronik

Kini dengan sedikit pengetahuan di bidang elektronika, kita akan dapat membuat sendiri timer D/T elektronik dengan biaya yang dapat dibilang cukup murah. Sebagai tulang punggung timer ini digunakan rangkaian elektronik yang dioperasikan sebagai penghasil pulsa waktu.

Berbeda dengan timer mekanik yang mengandalkan pergerakan mekanik yang relatif peka terhadap kotoran dan debu, timer elektronik mengandalkan penciptaan pulsa tegangan listrik yang berasal dari waktu pengisian muatan kapasitor. Karena bekerja secara elektronik, sistem ini tidak mudah terganggu oleh hadirnya debu ataupun kotoran yang biasanya selalu hadir dalam setiap arena perlombaan, sehingga istilah timer macet terkena debu kemungkinan tidak akan kita temui lagi setelah kita menggunakan timer elektronik.

 

IC Timer 555

IC 555 dalam sistem ini kita akan berfungsi sebagai penggetar ganda atau multivibrator yang periode pulsanya dapat diubah-ubah sesuai dengan besarnya tahanan pengisian kapasitor. Secara garis besar periode pulsa awal dalam detik dapat dihitung dengan rumusan.

To = 1.1 (P1 + R2) C1 (detik)

sedangkan periode berputarnya poros motor menggerakkan D/T dapat dihitung dengan formula

Tm = .7 R2 C1 (detik)

Periode pulsa awal To dihitung setelah switch di-on-kan dan tegangan pada kapasitor C1 mulai naik dari titik 0 volt.

Cara kerja timer elektronik

Subsistem elektronik akan bekerja sebagai berikut;

Setelah switch S di-on-kan, maka IC 555 timer bekerja mengisi kapasitor C1 melalui P1 dan R2. Setelah tegangan di C1 mencapai 2/3 Vcc maka tegangan di keluaran (kaki 3) akan jatuh ke 0 V. Keadaan ini akan menyebabkan transistor TR1 terhubung dan motor listrik M berputar sesaat. Waktu pengisian kapasitor C1 akan dapat divariasikan dari mulai beberapa detik hingga sekitar 2.5 menit dengan cara mengatur trimpot P1. Bila nantinya dikehendaki timer ini bekerja menggerakkan D/T setelah waktu tertentu yang tidak ingin kita ubah-ubah lagi, maka potensiometer P1 akan dapat diganti dengan resistor tetap sebesar 680 K.Ohm sampai dengan 820 K.Ohm.

Cara kerja sistim D/T

Subsistem mekanik yang akan menahan dan melepaskan tali D/T dapat berupa bentukan kawat baja yang menyerupai huruf "L".Komponen ini selanjutnya disebut kait putar yang dihubungkan dengan roda gigi cacing (whorm gear) di bagian tengahnya dengan roda gigi dari motor listrik 3V sehingga ujung-ujungnya tidak dapat bergerak (terkunci) dan hanya dapat bergerak jika motor listrik penggeraknya berputar.

Kait putar ini dapat diatur posisinya dengan menekan tombol sehingga mengarah ke depan dan dapat menahan tarikan tali dan karet D/T dari belakang.

Catu daya

Mengingat bahwa IC 555 sebagai "otak" sistim dethermaliser ini memerlukan catu daya bertegangan sekitar 4 volt, maka untuk menjamin keandalan sistim D/T elektronik, kita akan memberikan catu daya dari 3 buah baterai Nicad 700 mAh (berukuran AAl) yang disambungkan secara seri sehingga tegangannya menjadi 3.6 volt. Dengan digunakannya baterai nicad di dalam sistim D/T ini, kita tidak perlu repot-repot mengganti baterai setelah baterai yang berada di dalam pesawat tersebut habis, mengingat bahwa baterai nicad akan dapat dengan mudah kita isi kembali dengan baterai charger.

Apabila baterai nicad tidak mudah dijumpai di sekitar anda, ada juga alternatif lain sebagai catu daya D/T elektronik kita ini, yakni dengan menggunakan 3 buah baterai Alkaline tipe AAA yang dirangkai seri sehingga tegangannya menjadi 4.5 volt.

Selamat mencoba rekan-rekan aeromodeller....

 

Aeromodelling Indonesia - PB FASI
Copyright © 2005-2017. All Rights Reserved
.